JAKARTA — Jenazah Kapten Zulmi Aditya, perwira Tentara Nasional Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, dijadwalkan tiba di Tanah Air besok, Selasa, 16 Maret 2026. Kedatangan pahlawan bangsa ini akan disambut upacara militer penuh kehormatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, sebelum disemayamkan di kampung halaman.
Kapten Zulmi Aditya, seorang prajurit dari Kontingen Garuda XXIII-R, gugur pada 12 Maret 2026. Beliau tewas akibat insiden ledakan ranjau darat yang tidak terduga saat menjalankan patroli rutin di wilayah operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI, dan seluruh bangsa Indonesia.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya Kapten Zulmi. Beliau menegaskan bahwa pengorbanan Kapten Zulmi merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
"Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kapten Zulmi Aditya adalah pahlawan sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan dan perdamaian global," ujar Menteri Pertahanan dalam pernyataan persnya kemarin. "Pemerintah akan memastikan seluruh hak dan kehormatan almarhum serta keluarganya terpenuhi."
Proses repatriasi jenazah Kapten Zulmi dikoordinasikan secara intensif antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Mabes TNI dengan pihak UNIFIL serta pemerintah Lebanon. Tim khusus telah diberangkatkan untuk mengawal pemulangan jenazah hingga tiba di Indonesia.
Kedatangan jenazah di bandara akan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta jajaran petinggi militer lainnya. Upacara militer akan dilangsungkan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju Solo, Jawa Tengah, untuk dimakamkan secara militer.
Keluarga almarhum, termasuk istri dan anak-anaknya, telah berada di Jakarta menunggu kedatangan jenazah. Suasana duka menyelimuti mereka, namun mereka juga merasakan kebanggaan atas pengabdian Kapten Zulmi yang begitu besar.
"Kami bangga dengan Kapten Zulmi. Ia adalah sosok suami dan ayah yang luar biasa, selalu bersemangat dalam setiap tugasnya," ungkap Ibu Rina, istri almarhum, dengan suara bergetar. "Kami mohon doa untuk almarhum agar diterima di sisi terbaik Tuhan Yang Maha Esa."
Kapten Zulmi Aditya bergabung dengan Kontingen Garuda XXIII-R sejak Agustus 2025. Selama bertugas di Lebanon, ia dikenal sebagai perwira yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan selalu siap membantu sesama rekan prajurit serta masyarakat setempat di wilayah konflik.
Misi UNIFIL di Lebanon merupakan salah satu misi perdamaian tertua PBB, bertujuan menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel. Prajurit TNI secara konsisten menjadi bagian penting dari misi ini, menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian internasional.
Insiden gugurnya Kapten Zulmi menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di medan tugas. Meski demikian, komitmen Indonesia untuk mengirimkan prajurit terbaiknya dalam misi kemanusiaan tetap tak tergoyahkan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga telah menyampaikan belasungkawa melalui juru bicara kepresidenan. Beliau mengapresiasi setinggi-tingginya jasa-jasa Kapten Zulmi bagi bangsa dan negara, serta pengabdiannya terhadap perdamaian dunia.
Pemerintah akan terus memantau situasi keamanan bagi prajurit TNI yang bertugas di luar negeri. Evaluasi berkala terhadap prosedur keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko dalam setiap misi perdamaian. Ini adalah komitmen berkelanjutan bagi semua kontingen Garuda.
Semangat pengorbanan Kapten Zulmi Aditya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mencintai Tanah Air dan berkontribusi dalam menjaga perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global. Dedikasinya akan selalu dikenang sebagai teladan kebanggaan bangsa.