MOSKOW — Insiden kebakaran singkat mengguncang salah satu ikon arsitektur dunia, Katedral Santo Basil, di jantung Lapangan Merah, Moskow, pada Senin, 20 Januari 2026. Api yang berkobar di kantor direktur kompleks bersejarah tersebut berhasil dipadamkan dengan sigap oleh tim pemadam kebakaran setempat, memastikan tidak ada korban jiwa dan kerusakan minimal pada struktur utama.
Peristiwa mengejutkan ini terjadi di area perkantoran yang terletak di salah satu bagian katedral. Saksi mata melaporkan melihat asap tipis membumbung dari salah satu menara sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan kecepatan luar biasa. Kesigapan respons darurat mencegah potensi tragedi yang lebih besar.
Pihak berwenang segera meluncurkan investigasi untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Meskipun laporan awal mengindikasikan bahwa api berasal dari sirkuit listrik yang korslet di kantor direktur, penyelidikan mendalam terus berlangsung untuk mengonfirmasi dugaan tersebut.
Juru Bicara Dinas Darurat Moskow, Mayor Jenderal Andrey Litvinov, dalam konferensi pers menyatakan, "Kami menerima laporan sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Tim kami tiba dalam hitungan menit dan berhasil mengisolasi api hanya dalam waktu 15 menit. Penanganan cepat adalah kunci."
Katedral Santo Basil, dengan kubah-kubahnya yang penuh warna dan arsitektur unik, merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan destinasi wisata paling populer di Rusia. Kekhawatiran global sempat mencuat mengenai nasib bangunan bersejarah ini.
Bangunan yang dibangun atas perintah Ivan yang Mengerikan pada abad ke-16 ini melambangkan warisan budaya dan keagamaan Rusia yang tak ternilai. Insiden semacam ini selalu menimbulkan keprihatinan serius mengenai pelestarian aset-aset historis.
Meski kebakaran terjadi di area kantor, bagian utama katedral yang berfungsi sebagai museum dan situs ibadah tidak terpengaruh secara signifikan. Pihak manajemen katedral memastikan operasional akan kembali normal setelah audit keamanan menyeluruh diselesaikan.
Pemerintah Kota Moskow menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan seluruh situs bersejarah di ibu kota. Wali Kota Sergey Sobyanin, melalui akun media sosialnya, menyampaikan apresiasi kepada tim penyelamat dan berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk restorasi yang diperlukan.
Insiden ini menggarisbawahi pentingnya protokol keamanan kebakaran yang ketat, terutama untuk bangunan tua yang rentan. Berbagai pihak menyerukan evaluasi ulang sistem pencegahan kebakaran di seluruh situs warisan budaya Rusia.
Beruntung, berkat upaya heroik petugas, kebakaran segera dapat dikendalikan. Masyarakat Moskow dan wisatawan dunia dapat bernapas lega karena Katedral Santo Basil yang megah tetap tegak, melestarikan keindahan dan sejarahnya untuk generasi mendatang.
Pihak katedral juga mengumumkan penutupan sementara area kantor yang terdampak untuk proses perbaikan dan peningkatan sistem keamanan. Pengunjung masih dapat mengakses sebagian besar area katedral, kecuali zona yang memerlukan sterilisasi dan perbaikan.