Drama VAR Batalkan Gol Haaland di Piala Dunia 2026: Kontroversi Panas!

Dorry Archiles Dorry Archiles 12 Jul 2026 15:00 WIB
Drama VAR Batalkan Gol Haaland di Piala Dunia 2026: Kontroversi Panas!
Ilustrasi: Drama VAR Batalkan Gol Haaland di Piala Dunia 2026: Kontroversi Panas!

DOHA — Gol yang dicetak Norwegia pada menit ke-55 dalam laga krusial Piala Dunia 2026 melawan Inggris terpaksa dibatalkan wasit setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) mengidentifikasi adanya pelanggaran oleh bintang utama mereka, Erling Haaland. Insiden ini seketika mengubah jalannya pertandingan dan memicu perdebatan sengit mengenai akurasi keputusan teknologi dalam sepak bola.

Awalnya, seisi stadion dan para pendukung Norwegia bersorak merayakan gol kedua yang diyakini akan membawa mereka unggul. Namun, kegembiraan tersebut sirna setelah wasit utama menerima sinyal dari ruang VAR untuk meninjau kembali proses terjadinya gol.

Dalam tayangan ulang yang diperiksa cermat, terlihat jelas Erling Haaland melakukan dorongan kepada pemain bertahan Inggris sesaat sebelum menyambut umpan silang dan melesakkan bola ke gawang. Dorongan tersebut dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi posisi dan kemampuan pemain bertahan dalam melakukan antisipasi.

Keputusan pembatalan gol tersebut secara otomatis mengembalikan kedudukan menjadi imbang dan memberikan angin segar bagi timnas Inggris yang sebelumnya berada di bawah tekanan. Momen ini menjadi titik balik penting yang menentukan arah sisa pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 tersebut.

Reaksi dari kubu Norwegia sangat beragam. Manajer timnas Stale Solbakken tampak frustrasi di pinggir lapangan, sementara Haaland sendiri terlihat tidak percaya dengan keputusan yang diambil. Mereka merasa bahwa dorongan tersebut adalah bagian lumrah dari duel perebutan bola di kotak penalti.

Namun, wasit berpegang pada interpretasi aturan FIFA yang ketat, di mana setiap pelanggaran yang memengaruhi proses terjadinya gol, meskipun kecil, harus dihukum. Keputusan ini konsisten dengan penegakan regulasi VAR yang diterapkan sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi terkait penerapan VAR dalam sepak bola modern, terutama di ajang sebesar Piala Dunia. Perdebatan mengenai objektivitas dan subjektivitas dalam menafsirkan insiden-insiden kecil di lapangan terus menjadi sorotan para pengamat dan penggemar sepak bola.

Bagi Inggris, pembatalan gol ini tentu menjadi keuntungan besar. Mereka mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali fokus dan menyusun strategi penyerangan yang lebih efektif. Hasil pertandingan ini, seperti yang disorot dalam laporan kami sebelumnya, “Magis Bellingham Panggul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026!” membuktikan bagaimana insiden kecil dapat memengaruhi nasib sebuah tim di turnamen puncak.

Di sisi lain, Norwegia harus menelan pil pahit. Momen yang seharusnya menjadi penambah semangat justru berbalik menjadi demoralisasi. Harapan mereka untuk mengukir sejarah lebih lanjut di Piala Dunia 2026, yang sebelumnya digambarkan dengan judul “Norwegia Guncang Piala Dunia 2026: Haaland Ancam Inggris di Perempat Final!”, kini menghadapi tantangan berat.

Meskipun demikian, insiden ini kembali menegaskan betapa krusialnya peran teknologi VAR dalam menjaga keadilan pertandingan, sekaligus menjadi pengingat bahwa keputusan-keputusan krusial dapat terjadi dan mengubah takdir tim dalam sekejap mata. Drama di Piala Dunia 2026 ini pastinya akan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola global.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.welt.de
Dorry Archiles

Tentang Penulis

Dorry Archiles

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad