BARCELONA – Kabar duka menyelimuti jagat sepak bola internasional menyusul berpulangnya Jorge Horacio Messi, ayah sekaligus arsitek utama di balik karier gemilang megabintang Lionel Messi, pada usia 68 tahun di Barcelona pada awal 2026. Kepergian sosok vital yang juga berperan sebagai penasihat dan negosiator ulung itu meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti tetapi juga seluruh komunitas sepak bola dunia yang mengenalnya.
Sebagai figur sentral, Jorge Messi tidak hanya menjalankan tugas manajerial, tetapi juga menjadi fondasi emosional bagi putranya. Ia bertanggung jawab penuh atas segala aspek profesional Lionel, mulai dari penandatanganan kontrak perdana di serviette kertas hingga kesepakatan-kesepakatan raksasa yang menempatkan "La Pulga" di puncak piramida sepak bola global.
Publik teringat akan momen penuh ketegangan selama Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika Lionel Messi secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya akan kondisi kesehatan ayahnya. Meskipun saat itu sang ayah berhasil pulih, episode tersebut menyoroti kedalaman ikatan batin dan ketergantungan Lionel pada dukungan keluarganya, terutama sang ayah.
Berbagai klub, federasi sepak bola, dan rekan-rekan Lionel Messi dari seluruh dunia telah menyampaikan belasungkawa. Ungkapan duka cita membanjiri platform media sosial, mencerminkan betapa besarnya pengaruh Jorge Messi, bukan hanya sebagai ayah seorang bintang, tetapi juga sebagai profesional yang disegani di lingkaran sepak bola.
Bagi Lionel Messi, kehilangan ini jelas merupakan pukulan telak. Jorge adalah sosok yang pertama kali melihat bakat luar biasa putranya, berani memboyongnya melintasi samudra dari Rosario ke Barcelona, dan tanpa henti memperjuangkan setiap peluang demi karier sang anak. Kehilangan ini tak hanya kehilangan seorang ayah, tetapi juga seorang mentor dan sahabat karib.
Kiprah Jorge dalam mengelola karier Lionel dimulai jauh sebelum popularitas mendunia. Ia adalah garda terdepan dalam negosiasi dengan akademi La Masia milik FC Barcelona dan kemudian, dengan berbagai sponsor global. Dedikasinya memastikan Lionel dapat fokus sepenuhnya pada permainan di lapangan, sementara urusan di luar lapangan ditangani dengan cermat.
Dalam dekade terakhir, Jorge Messi terlibat langsung dalam sejumlah kesepakatan kontrak paling substansial dalam sejarah olahraga. Dari perpanjangan kontrak fantastis di Barcelona hingga kepindahan dramatis ke Paris Saint-Germain, kemudian ke Inter Miami, setiap langkah besar tersebut merupakan hasil negosiasi cermat yang diatur oleh Jorge.
Warisan Jorge Messi melampaui angka-angka kontrak. Ia membentuk model manajemen keluarga yang sukses di dunia olahraga, menunjukkan bahwa dengan kepercayaan dan keahlian, anggota keluarga dapat menjadi pilar kekuatan. Pendekatan ini kerap menjadi inspirasi bagi atlet muda dan orang tua mereka.
Sering terlihat di tribun kehormatan, Jorge selalu menjadi penonton setia di setiap pertandingan penting putranya, entah itu final Liga Champions atau partai krusial Liga Argentina. Tatapan penuh bangga dan sesekali cemasnya telah menjadi pemandangan akrab bagi para penggemar yang mengikuti perjalanan karier Lionel.
Pesan duka cita mengalir dari berbagai penjuru, termasuk dari Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menyatakan, "Hari ini dunia sepak bola kehilangan salah satu pilar tak terlihat di balik kehebatan seorang legenda. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya." Ini menegaskan status Jorge bukan hanya sebagai ayah, tetapi juga kontributor penting bagi olahraga ini.
Kehilangan sosok ayah yang merupakan fondasi dukungan kerap menjadi duka mendalam bagi figur publik. Sebelumnya, dunia juga pernah menyaksikan kepiluan serupa, seperti ketika Putri Guccini mengucapkan 'Buon Viaggio, Babbo' untuk ayahnya, menandakan bahwa di balik sorotan, mereka juga manusia yang menghadapi kehilangan personal.
Analisis Redaksi: Kepergian Jorge Messi bukan sekadar berita duka keluarga. Ini menandai berakhirnya sebuah era di mana manajemen atlet profesional, khususnya di level megabintang seperti Lionel Messi, masih sangat bergantung pada figur keluarga yang mumpuni. Dampaknya terhadap dinamika karier Messi di masa depan patut dicermati, meskipun fondasi yang telah diletakkan Jorge sangat kokoh. Model manajemen keluarga seperti ini mungkin akan semakin jarang ditemukan seiring dengan kian kompleksnya industri olahraga global.