Berlin — Kepolisian Jerman meluncurkan perburuan besar-besaran terhadap Abdul B., pria 21 tahun yang diidentifikasi sebagai buronan utama dalam dugaan keterlibatannya pada serangan mematikan di acara Christopher Street Day (CSD) Berlin 2026. Pihak berwenang memperingatkan publik bahwa Abdul B., yang telah dikenal oleh kepolisian, berpotensi bersenjata dan berbahaya, meningkatkan kewaspadaan nasional.
Pencarian intensif ini mengikuti insiden tragis beberapa waktu lalu saat sebuah van menerjang kerumunan massa CSD di jantung ibu kota Jerman. Insiden ini menyebabkan satu korban jiwa dan belasan lainnya luka parah.
Juru bicara Kepolisian Berlin, dalam konferensi pers yang disiarkan daring, mengungkapkan bahwa Abdul B. adalah tersangka kunci yang dicari. "Kami meminta kerja sama penuh dari masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat berarti. Namun, kami juga mendesak warga untuk tidak mencoba mendekati atau mengambil tindakan sendiri jika melihat yang bersangkutan, segera hubungi 110," ujarnya.
Identitas Abdul B. diumumkan secara publik setelah upaya pencarian tertutup tidak membuahkan hasil signifikan. Kepolisian merilis foto dan deskripsi fisik tersangka guna mempercepat proses penangkapan.
Serangan ini mengguncang perayaan CSD Berlin 2026, sebuah festival tahunan yang menjadi simbol perjuangan hak-hak komunitas LGBTQ+ di Jerman dan seluruh dunia. Acara yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan dan solidaritas tersebut berubah menjadi duka mendalam. Insiden tersebut secara cepat memicu debat tentang kelemahan pengamanan acara publik.
Kanselir Jerman Merz, dalam pernyataan resminya, mengecam keras tindakan keji ini, menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan dan kebencian di tengah masyarakat yang demokratis. "Serangan terhadap CSD adalah serangan terhadap nilai-nilai fundamental kebebasan dan toleransi yang kami junjung tinggi," tutur Merz.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan di Jerman, yang beberapa kali diwarnai ketegangan sosial. Pihak berwenang sebelumnya telah memperketat pengamanan di berbagai titik keramaian pasca serangkaian ancaman dan protes.
Para ahli keamanan menilai bahwa perburuan terhadap individu yang berpotensi bersenjata seperti Abdul B. memerlukan koordinasi lintas lembaga yang maksimal. Ini bukan hanya soal menangkap pelaku, tetapi juga mengirimkan pesan tegas bahwa kejahatan kebencian tidak akan ditoleransi.
Masyarakat internasional turut menyoroti insiden ini. Berbagai organisasi hak asasi manusia menyuarakan dukungan kepada korban dan mendesak otoritas Jerman untuk segera mengusut tuntas motif di balik serangan brutal tersebut.
Pengejaran Abdul B. oleh Kepolisian Jerman bukan sekadar operasi penangkapan rutin. Ini adalah upaya untuk mengembalikan rasa aman publik dan menegaskan supremasi hukum setelah teror yang merusak perayaan CSD Berlin 2026. Kepolisian menjamin akan terus bekerja tanpa henti hingga tersangka berhasil diamankan dan keadilan ditegakkan.