Krisis Pendidikan Global: Skor PISA 2025 Anjlok Terparah Sejak Milenium Baru

Edward DP Situmorang Edward DP Situmorang 08 Sep 2026 22:00 WIB
Krisis Pendidikan Global: Skor PISA 2025 Anjlok Terparah Sejak Milenium Baru
Ilustrasi: Krisis Pendidikan Global: Skor PISA 2025 Anjlok Terparah Sejak Milenium Baru

PARIS – Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) baru-baru ini mengungkapkan hasil Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2025 yang mengejutkan. Skor kemampuan membaca dan matematika siswa berusia 15 tahun di Prancis merosot tajam, mencapai titik terendah sejak tahun 2000. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Prancis, melainkan menjadi tren global yang mengkhawatirkan.

Penurunan performa akademik ini mengindikasikan adanya tantangan serius dalam sistem pendidikan banyak negara. Sejak edisi PISA 2022, tren kemerosotan sudah mulai terlihat, dan PISA 2025 mengkonfirmasi bahwa kondisi ini semakin memburuk secara signifikan.

Data yang dirilis oleh OECD menyoroti bahwa siswa-siswa di Prancis, khususnya, menunjukkan skor yang belum pernah serendah ini dalam dua dekade terakhir. Keadaan serupa juga diamati di banyak negara anggota OECD lainnya yang turut berpartisipasi dalam program penilaian ini.

Penurunan tersebut mencakup dua area krusial: pemahaman membaca dan kompetensi matematika. Kedua bidang ini merupakan fondasi vital bagi perkembangan kognitif dan kesuksesan akademis pelajar di masa depan.

Para ahli pendidikan menduga berbagai faktor berkontribusi pada anjloknya skor PISA ini. Pandemi global pada tahun-tahun sebelumnya diduga kuat menjadi pemicu utama krisis edukasi yang berkepanjangan, mengganggu proses belajar-mengajar di seluruh dunia.

Lingkungan belajar yang tidak optimal selama periode tersebut kini memanen hasilnya, menciptakan generasi pelajar dengan kemampuan dasar yang menurun.

Selain itu, beberapa pihak juga menyoroti peran peningkatan penggunaan media sosial dan perangkat digital yang masif di kalangan remaja. Kemerosotan siswa Prancis, misalnya, pernah disoroti terkait pengaruh media sosial yang berpotensi mengikis fokus belajar dan waktu efektif untuk pendidikan.

Pemerintah Prancis melalui Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan keprihatinan mendalam atas hasil ini. Berbagai langkah reformasi kurikulum dan peningkatan kualitas guru sedang dipertimbangkan untuk mengatasi isu tersebut secara sistematis.

Di tingkat global, hasil PISA 2025 ini menjadi peringatan keras bagi para pembuat kebijakan pendidikan. Penting bagi setiap negara untuk mengevaluasi strategi pembelajaran mereka dan memastikan investasi yang tepat untuk masa depan generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

Seperti yang disarankan oleh para ekonom, mendesak kandidat presiden untuk memprioritaskan strategi belajar terbukti menjadi semakin relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan ini, guna membangun fondasi yang kuat bagi pembangunan bangsa.

Analisis Redaksi: Anjloknya skor PISA 2025 bukan sekadar statistik, melainkan cerminan krusial dari tantangan mendalam dalam sistem pendidikan global. Fenomena ini menuntut respons holistik, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat, orang tua, dan institusi pendidikan. Mengatasi akar masalah, mulai dari dampak pandemi hingga distraksi era digital, adalah kunci untuk mencegah erosi lebih lanjut terhadap potensi generasi mendatang. Kegagalan menanggapi situasi ini secara serius berpotensi menciptakan jurang kompetensi yang luas, menghambat kemajuan sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.lemonde.fr
Edward DP Situmorang

Tentang Penulis

Edward DP Situmorang

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad