ISLAMABAD — Kabar menggegerkan mengguncang dunia pendakian ekstrem pada awal tahun 2026, menyusul hilangnya pendaki legendaris Nirmal Purja, yang akrab disapa Nims, bersama sembilan anggota ekspedisi internasional di Broad Peak, Pakistan, setelah diterjang longsor salju dahsyat. Insiden tragis ini terjadi di salah satu puncak tertinggi dunia, memicu operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar dengan harapan tipis menemukan mereka selamat.\n\nTragedi tersebut menimpa tim ekspedisi saat mereka berupaya menaklukkan tantangan puncak gunung setinggi 8.051 meter di atas permukaan laut itu. Laporan awal dari otoritas Pakistan menyebutkan, longsor terjadi secara tiba-tiba di jalur pendakian yang dikenal rawan, menyapu bersih jejak para pendaki tanpa menyisakan ruang bagi tim penyelamat untuk segera mendekat.\n\nKehilangan Purja, seorang mantan tentara Gurkha dan bintang dokumenter Netflix, menambah duka mendalam bagi komunitas pendakian global. Pria asal Nepal ini dikenal atas rekor luar biasanya menyelesaikan pendakian ke-14 puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter, dikenal sebagai puncak-puncak berketinggian delapan ribu meter lebih, dalam waktu enam bulan tujuh hari pada tahun 2019, sebuah pencapaian yang sebelumnya dianggap mustahil. Ambisi dan ketangguhannya menjadikannya ikon.\n\nBroad Peak, yang merupakan gunung ke-12 tertinggi di dunia, dikenal dengan medan yang sangat menantang dan kondisi cuaca yang tidak terduga. Terletak di pegunungan Karakoram, berdekatan dengan K2 yang lebih terkenal, gunung ini sering menjadi tujuan para pendaki berpengalaman yang mencari tantangan ekstrem. Keindahan puncaknya yang menipu seringkali menyembunyikan bahaya longsor dan badai yang mematikan.\n\nPemerintah Pakistan, melalui Kementerian Pariwisata dan Olahraga, segera menggerakkan tim SAR gabungan, melibatkan personel militer dan pemandu gunung berpengalaman. Helikopter SAR telah dikerahkan, meskipun kondisi cuaca ekstrem dan ketinggian membuat misi ini sangat berisiko. \"Kami mengerahkan segala sumber daya untuk operasi ini, namun harapan menipis seiring berjalannya waktu,\" ujar seorang juru bicara otoritas setempat, yang menyoroti kompleksitas medan.\n\nOperasi pencarian di ketinggian ekstrem seperti Broad Peak adalah salah satu yang paling sulit dan berbahaya di dunia. Suhu beku, angin kencang, dan risiko longsor susulan menjadi rintangan utama. Tim penyelamat harus berpacu dengan waktu, mengingat setiap jam sangat krusial bagi kelangsungan hidup korban yang mungkin terjebak atau terluka.\n\nKomunitas pendaki gunung internasional menyampaikan rasa prihatin mendalam. Banyak yang mengenal Purja secara pribadi atau melalui kiprahnya yang menginspirasi. \"Nims adalah definisi ketangguhan. Kami semua berdoa untuknya dan timnya,\" kata Reinhold Messner, pendaki legendaris yang juga pernah menaklukkan 14 puncak 8.000 meter. Insiden ini sekali lagi mengingatkan akan risiko inheren dalam petualangan ekstrem di Himalaya.\n\nBroad Peak bukanlah kali pertama menjadi saksi bisu tragedi pendakian. Sejarahnya penuh dengan kisah-kisah pendaki yang hilang atau tewas akibat badai, longsor, dan penyakit ketinggian. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa ekspedisi juga mengalami nasib serupa, menjadikan gunung ini sebagai salah satu puncak paling mematikan bagi para penakluknya.\n\nPenyebab pasti longsor masih dalam investigasi, namun para ahli menduga perubahan cuaca ekstrem di pegunungan Himalaya dan penumpukan salju yang tidak stabil menjadi faktor pemicu. Variabilitas iklim yang semakin tidak terduga di tahun 2026 turut meningkatkan risiko insiden serupa di wilayah pegunungan tinggi.\n\nTragedi ini berpotensi memicu diskusi ulang mengenai keselamatan dan regulasi pendakian di puncak-puncak tertinggi dunia. Dengan semakin banyaknya pendaki yang tertarik pada tantangan ekstrem, kebutuhan akan protokol keamanan yang lebih ketat menjadi mendesak, terutama untuk ekspedisi komersial yang kadang kurang mengindahkan bahaya.\n\nMeskipun setiap jam berlalu membawa keputusasaan, komunitas global masih berharap mukjizat. Foto-foto Nirmal Purja, dengan senyum khasnya saat menaklukkan puncak-puncak, kini menjadi simbol harapan yang pudar. Keluarga dan kerabat para pendaki yang hilang memohon dukungan doa dari seluruh dunia.
Longsor Himalaya Telan Bintang Pendaki Nirmal Purja dan Sembilan Rekan?
Daftar Isi
Informasi Valid
Sumber Referensi Resmi
Tentang Penulis
Demian Sahputra
Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.
Bagikan Artikel:
Berita Terkait
Berita Dunia
Hamburg Siagakan Ribuan Polisi: CSD Digelar di Tengah Bayang Teror Berlin 2026
38 menit yang lalu
Berita Dunia
Badai Penolakan Mengguncang Rencana Investasi FIFA Infantino
38 menit yang lalu
Berita Dunia
Krisis Iklim: Yunani dan Turki Terbakar Hebat, Eropa Selatan Was-was
38 menit yang lalu
Berita Dunia
Ikonik Clueless Kembali! Alicia Silverstone Jadi Cher Ibu dan Pengusaha
1 jam yang laluKomentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Paling Populer
-
1
-
2
-
3
-
4
-
5
-
6
-
7
-
8
Saran Untuk Anda
-
-
-
Spanyol Wajib Lindungi Migran Maroko, Tak Boleh Usir Paksa dari Ceuta Hukum & Kriminalitas Internasional -
-
-
-
-
Galeri Foto
Lihat Selengkapnya
Longsor Himalaya Telan Bintang Pendaki Nirmal Purja dan Sembilan Rekan?
Genoa Memanas: Vannacci Kobarkan Slogan 'Sport, Bukan Maranza' Dihadang Antifasis
AC Milan Tegaskan: Franco Baresi Legenda Hidup, Kabar Duka Palsu
Ceuta Ambruk: 49.000 Migran Serbu Perbatasan, Spanyol Hadapi Kekacauan Besar
Ikonik Clueless Kembali! Alicia Silverstone Jadi Cher Ibu dan Pengusaha
Parlemen Eropa Selidiki Partai ESN: Ancaman Ekstrem Kanan Menggantung?
Iran Gemparkan Swiss: Tuntut Nego Sehari, Desak Pengayaan Uranium Tetap!
Ribuan Penjelajah Paksa: Perjuangan Hak Akses Bentuk Taman Nasional Inggris
Sorotan Bulan Lalu
ArsipAd