JIZAN — Milisi Huthi, kelompok pro-Iran yang berbasis di Yaman, melancarkan serangan balasan dahsyat terhadap Arab Saudi pada awal tahun 2026, menargetkan kota pesisir Jizan di Laut Merah. Insiden yang dikonfirmasi oleh juru bicara militer Huthi ini melibatkan serangan rudal presisi yang memicu kebakaran signifikan di berbagai fasilitas penting, menggarisbawahi eskalasi terbaru dalam konflik regional yang telah berlarut-larut dan kerap mengancam stabilitas maritim global.\n\nSerangan rudal tersebut, yang diklaim Huthi sebagai 'operasi militer sah' dalam menanggapi agresi berkelanjutan koalisi pimpinan Saudi di Yaman, menyebabkan kepanikan di kalangan warga Jizan. Rekaman awal yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal membubung tinggi dari area yang diduga fasilitas energi atau infrastruktur vital, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Riyadh mengenai skala kerusakan atau korban jiwa.\n\nJuru bicara Huthi Yahya Saree, melalui pernyataan yang dirilis di Sanaa, menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap kejahatan perang dan blokade yang diterapkan koalisi. Saree menekankan bahwa Huthi akan terus melakukan 'pembalasan yang setimpal' selama agresi terhadap Yaman tidak dihentikan, memperingatkan potensi target yang lebih luas di masa mendatang jika situasi tidak mereda.\n\nPemerintah Arab Saudi, melalui Kementerian Pertahanan, dengan cepat mengutuk serangan tersebut sebagai 'tindakan teroris' yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur vital. Sistem pertahanan udara Saudi dilaporkan berhasil mencegat beberapa proyektil, namun tidak mampu menetralkan seluruh ancaman, yang berujung pada insiden kebakaran di Jizan. Proses pemadaman dan penilaian kerusakan tengah dilakukan oleh otoritas terkait.\n\nKota Jizan sendiri merupakan lokasi strategis, menjadi rumah bagi salah satu pelabuhan utama Arab Saudi dan fasilitas industri penting, termasuk kilang minyak. Posisinya di pesisir Laut Merah menjadikan kota ini target berulang kali dalam konflik Yaman, mengingat jalur pelayaran internasional vital yang melintas di perairan tersebut, termasuk Selat Bab al-Mandab yang merupakan gerbang ke Terusan Suez.\n\nEskalasi terbaru ini semakin memperkeruh ketegangan geopolitik di kawasan Teluk dan Laut Merah. Konflik Yaman, yang sering disebut sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran, telah menelan korban jiwa ratusan ribu orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Serangan lintas batas semacam ini menambah kerumitan upaya perdamaian yang selama ini mandek.\n\nKomunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah berulang kali menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Sekretaris Jenderal PBB pada awal tahun 2026 kembali mengingatkan akan bahaya eskalasi lebih lanjut yang dapat memiliki konsekuensi regional dan global yang parah, terutama bagi stabilitas harga minyak dan rantai pasok global.\n\nAmerika Serikat, sekutu kunci Arab Saudi, menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan Huthi. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan pentingnya semua pihak untuk mengurangi ketegangan dan mencari solusi politik yang komprehensif untuk konflik Yaman, sembari menegaskan dukungan terhadap keamanan wilayah Saudi.\n\nSerangan ini bukan kali pertama Huthi menargetkan wilayah Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, milisi tersebut telah menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak untuk menyerang target militer dan sipil di Arab Saudi, termasuk Riyadh, Jazan, dan fasilitas minyak Aramco. Pola serangan ini menunjukkan kemampuan Huthi yang terus berkembang dan dukungan logistik yang mereka terima.\n\nKonflik yang telah berlangsung hampir satu dekade ini telah menciptakan penderitaan yang tak terbayangkan bagi rakyat Yaman. Jutaan orang menghadapi kelangkaan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Setiap serangan balasan hanya memperpanjang siklus kekerasan dan menjauhkan prospek perdamaian yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil.\n\nBerbagai upaya mediasi, yang dipimpin oleh PBB dan Oman, masih terus diupayakan untuk mencapai gencatan senjata permanen dan kerangka kerja perdamaian yang komprehensif. Namun, insiden seperti serangan di Jizan ini secara signifikan menghambat kemajuan yang telah dicapai dan meningkatkan keraguan terhadap komitmen semua pihak terhadap solusi damai.\n\nPara analis geopolitik menilai bahwa serangan Huthi ini bisa jadi merupakan pesan keras kepada Riyadh agar mempertimbangkan kembali strategi mereka di Yaman, atau bahkan upaya untuk menarik perhatian internasional terhadap penderitaan yang terus berlanjut di Yaman. Tanpa resolusi politik yang fundamental, siklus serangan dan balasan diprediksi akan terus berlanjut, dengan dampak destruktif bagi stabilitas regional.\n\nEskalasi di Jizan ini juga berpotensi memicu balasan lebih keras dari koalisi pimpinan Saudi, sebagaimana terlihat pada peristiwa sebelumnya. Serangan ini menambah panjang daftar insiden yang menunjukkan bahwa upaya untuk menekan Huthi secara militer belum sepenuhnya efektif, dan justru memperpanjang konflik yang merusak. Artikel terkait: Koalisi Saudi Gempur Yaman: Balasan Tegas Terorisme Maritim Houthi Meningkat.\n\nKondisi ini menuntut pendekatan yang lebih holistik dan mendesak dari komunitas global. Tekanan diplomatik yang lebih kuat dan upaya kemanusiaan yang lebih terkoordinasi diperlukan untuk mengakhiri krisis ini, mencegah dampak yang lebih luas, dan melindungi kehidupan jutaan warga sipil yang terjebak dalam pusaran konflik berkepanjangan ini.
Rudal Huthi Bakar Jizan: Saudi Diserang Balik di Laut Merah
Daftar Isi
Informasi Valid
Sumber Referensi Resmi
Tentang Penulis
Chandra Wijayanto
Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.
Bagikan Artikel:
Berita Terkait
Berita Dunia
Cinta Beracun: Jebakan Harapan dalam Hubungan Modern 2026
19 menit yang lalu
Berita Dunia
Kelalaian Fatal? Rudal Rusia Hancurkan Pameran Senjata Dekat Kyiv, Korban Berjatuhan 2026
19 menit yang lalu
Berita Dunia
Eropa Terbakar: Asap Mematikan Menyelimuti Prancis dan Spanyol 2026
19 menit yang lalu
Berita Dunia
Trump Guncang Gala Media: Kandidasi Keempat Menggema, Eropa Terancam Tarif Baru!
1 jam yang laluKomentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Paling Populer
-
1
-
2
-
3
-
4
-
5
-
6
-
7
-
8
Saran Untuk Anda
-
-
-
-
-
-
-
-
Terobosan Medis 2026: Pria Lumpuh Raih Kembali Sentuhan dan Gerak! Arkeologi & Sains
Galeri Foto
Lihat Selengkapnya
Rudal Huthi Bakar Jizan: Saudi Diserang Balik di Laut Merah
Dunia Berduka: Peppino di Capri, Maestro "Champagne", Tutup Usia 87
Israel Latih Diri Hadapi Ancaman Drone Canggih: Siaga Penuh 2026
Doha Mencekam: Langit Qatar Diselimuti Asap Rudal Iran, Hormuz Ditutup 2026
Perilaku Aneh Remora Gegerkan Ilmuwan: Ada Apa dengan Pari Manta?
Merz Diserang: Pernyataan Kampus AS Rusak Peluang Internasional Pemuda
Warisan Emilio Fede: Vila Rp120 Miliar Picu Perang Abadi Putri-putri
PAUD Revolusioner München: Francis Kéré Bentuk Lingkungan Tantang Imajinasi Anak
Sorotan Bulan Lalu
ArsipAd