ROMA – Tiga permata pegunungan Italia, Cortina d'Ampezzo, Madonna di Campiglio, dan Courmayeur, secara resmi mengukuhkan dominasi mereka sebagai destinasi wisata pegunungan terkemuka di Eropa pada tahun 2026. Data terbaru dari Jaringan Forum Konsultan (JFC) menunjukkan ketiga lokasi ini menjadi ratu di antara tujuan gunung, dengan wilayah Trentino memimpin secara regional, diikuti ketat oleh Alto Adige dan Veneto.
Pengakuan ini bukan tanpa alasan. Cortina d'Ampezzo, yang bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026, terus memukau dengan lanskap Dolomite yang menakjubkan dan fasilitas ski kelas dunia. Keanggunan arsitektur tradisional serta butik-butik mewah turut menambah daya tarik bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Sementara itu, Madonna di Campiglio di wilayah Trentino menawarkan kombinasi sempurna antara petualangan ski yang mendebarkan dan pesona alam yang asri. Pemandangan gunung Brenta Dolomites yang megah dan danau-danau glacial jernih menjadikannya magnet bagi para pecinta olahraga musim dingin maupun pendaki gunung.
Courmayeur, yang terletak di kaki gunung Mont Blanc di Lembah Aosta, dikenal sebagai surga bagi para skier profesional dan penggemar heli-skiing. Destinasi ini memancarkan kemewahan yang bersahaja, menawarkan pengalaman otentik budaya pegunungan yang kaya.
Laporan JFC secara spesifik menyoroti performa luar biasa wilayah Trentino yang berhasil memuncaki daftar destinasi regional paling diminati. Keberhasilan ini didukung oleh investasi berkelanjutan dalam infrastruktur pariwisata, promosi yang gencar, dan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.
Di belakang Trentino, provinsi otonom Alto Adige atau South Tyrol tidak kalah bersinar. Dengan perpaduan budaya Italia dan Jerman, Alto Adige menyajikan pengalaman unik melalui jalur hiking yang terawat, kebun-kebun anggur yang subur, serta resor kesehatan yang inovatif.
Wilayah Veneto, yang mencakup sebagian besar Dolomite dan kota-kota bersejarah, melengkapi trio teratas dalam daftar regional. Daya tarik Veneto berasal dari keanekaragaman lanskapnya, mulai dari puncak gunung yang menjulang tinggi hingga danau-danau menawan seperti Danau Garda.
Performa superior ketiga destinasi dan wilayah ini mengindikasikan ketahanan sektor pariwisata pegunungan Italia. Meskipun menghadapi tantangan global pasca-pandemi dan perubahan iklim, daya pikat alami dan inovasi layanan terbukti mampu menarik kembali jutaan pengunjung.
Peningkatan jumlah wisatawan ke daerah-daerah ini secara langsung berdampak pada ekonomi lokal. Hotel, restoran, toko peralatan olahraga, dan berbagai bisnis kecil merasakan lonjakan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong investasi lebih lanjut dalam sektor jasa dan infrastruktur.
Pemerintah regional bersama dengan asosiasi pariwisata terus berupaya memperkuat citra Italia sebagai tujuan wisata pegunungan premium. Program-program pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kualitas transportasi, serta diversifikasi aktivitas ditargetkan untuk menjaga momentum positif ini.
Analis dari JFC menyebut bahwa kunci keberhasilan terletak pada kemampuan adaptasi dan inovasi. "Destinasi-destinasi ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam semata, tetapi juga aktif berinvestasi pada pengalaman wisatawan, dari kuliner lokal hingga acara budaya bertaraf internasional," ujar seorang perwakilan JFC.
Keberhasilan Cortina, Madonna di Campiglio, dan Courmayeur menjadi cerminan dari komitmen Italia dalam menjaga warisan alamnya sekaligus mengembangkannya menjadi aset ekonomi yang berharga. Ini juga menjadi inspirasi bagi destinasi pegunungan lain untuk berinovasi dan beradaptasi menghadapi dinamika pasar pariwisata.