LIMA — Tragedi udara mengguncang Peru setelah sebuah pesawat kecil jatuh menewaskan seluruh tujuh penumpangnya, yang kesemuanya merupakan warga negara Italia. Insiden memilukan ini, yang diduga disebabkan oleh masalah mekanis, menghancurkan dua keluarga dari wilayah Brianza, Italia. Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Presiden Lombardy Attilio Fontana menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi baru-baru ini.
Otoritas penerbangan Peru mengonfirmasi bahwa pesawat ringan tersebut, yang membawa wisatawan, mengalami kerusakan mesin sesaat setelah lepas landas dari bandara Nazca. Pesawat itu dilaporkan hendak melakukan penerbangan wisata di atas Garis Nazca yang terkenal, sebuah situs warisan dunia UNESCO.
Identitas para korban telah dikonfirmasi sebagai anggota dua keluarga yang tengah berlibur. Mereka berasal dari area Monza dan Brianza, sebuah wilayah di utara Italia. Musibah ini seketika menyelimuti duka mendalam bagi komunitas mereka.
Penyelidikan awal menunjukkan adanya kegagalan fungsi pada salah satu komponen vital pesawat. Tim investigasi kecelakaan udara telah dikerahkan ke lokasi kejadian yang sulit dijangkau untuk mengumpulkan puing-puing dan kotak hitam, demi mengungkap penyebab pasti insiden.
"Kami sangat terpukul mendengar berita tragis ini. Dukungan dan doa kami menyertai keluarga korban di masa sulit ini," ujar Perdana Menteri Giorgia Meloni dalam pernyataan resmi yang dirilis dari kantornya di Roma. Ia juga menekankan komitmen pemerintah Italia untuk memberikan bantuan maksimal dalam proses identifikasi dan repatriasi jenazah.
Senada dengan Perdana Menteri, Presiden Wilayah Lombardy, Attilio Fontana, menyampaikan simpati. "Hati kami hancur. Tujuh nyawa melayang dalam sekejap. Seluruh Lombardy berduka atas kehilangan tragis warga Brianza kami," kata Fontana, mengungkapkan keprihatinan atas warganya.
Kecelakaan ini kembali menyoroti isu keamanan penerbangan pariwisata di Peru, khususnya untuk penerbangan singkat di atas situs arkeologi yang populer. Beberapa insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, meskipun tidak melibatkan korban jiwa sebanyak ini.
Pemerintah Peru telah berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap semua operator penerbangan wisata di wilayah tersebut. Tindakan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata udara.
Operasi evakuasi korban menghadapi tantangan signifikan akibat medan yang ekstrem. Lokasi jatuhnya pesawat berada di daerah pegunungan terpencil, memerlukan upaya gabungan dari tim SAR lokal dan bantuan dari tim khusus.
Kedutaan Besar Italia di Lima terus berkoordinasi dengan otoritas Peru dan keluarga korban untuk memastikan semua prosedur berjalan lancar. Proses identifikasi forensik diperkirakan memakan waktu, namun pihak berwenang berjanji akan bekerja secepat mungkin.
Tragedi ini mengingatkan publik akan insiden serupa di masa lalu, seperti yang dilaporkan dalam artikel Misteri Langit Nazca: Tujuh Turis Italia Tewas dalam Tragedi Pesawat, yang juga melibatkan turis Italia di wilayah yang sama. Hal ini memicu desakan agar regulasi keselamatan penerbangan lebih diperketat.
Masyarakat Italia di seluruh dunia, khususnya komunitas Brianza, turut merasakan kepedihan atas musibah ini. Berbagai pesan belasungkawa mengalir melalui media sosial, menunjukkan solidaritas dalam menghadapi kehilangan yang mendalam.